Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan menggelar kegiatan Silaturahim Walisantri Baru MTs-MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus sebagai bagian dari rangkaian penyambutan santri baru tahun pelajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 25 Juli 2026 untuk walisantri baru tingkat MTs dan Ahad, 26 Juli 2026 untuk walisantri baru tingkat MA.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan tersebut menjadi ruang pertemuan awal antara pihak pondok dengan orang tua atau wali santri sebelum anak-anak mereka menjalani kehidupan pendidikan dan pengasuhan secara penuh di lingkungan pesantren.
Sejak awal kegiatan, suasana tampak berbeda dari pertemuan wali santri pada umumnya. Para orang tua tidak hanya hadir untuk mengenal lingkungan pendidikan yang akan ditempati putra-putri mereka, tetapi juga untuk memahami nilai, visi, tata kehidupan, serta pola pengasuhan yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan santri selama berada di pondok.
Dalam kegiatan tersebut, pihak pondok menyampaikan visi dan misi pendidikan, berbagai peraturan dan tata tertib kehidupan santri, serta sejumlah hal penting yang perlu diketahui dan dipahami oleh walisantri. Penyampaian tersebut menjadi bekal bagi orang tua agar memiliki pemahaman yang sama dengan pondok dalam mendampingi proses pendidikan anak.
Selain pembekalan bagi walisantri, kegiatan juga diisi dengan motivasi kepada santri baru. Para santri diajak untuk mempersiapkan diri memasuki lingkungan pesantren dengan semangat belajar, kesungguhan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan, serta kesiapan mengikuti seluruh proses pendidikan dan pengasuhan yang telah dirancang oleh pondok.
Momentum silaturahim tersebut juga diwarnai dengan sambutan dari perwakilan walisantri. Dalam kesempatan itu, perwakilan orang tua menyampaikan ungkapan terima kasih sekaligus kepercayaan kepada Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan untuk mendidik, membimbing, dan mengasuh putra-putri mereka.
Penyampaian tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa setelah proses penerimaan santri baru, orang tua secara resmi menyerahkan amanah pendidikan dan pengasuhan anak kepada pihak pondok. Penyerahan itu tidak dimaknai sebagai berakhirnya peran orang tua, melainkan sebagai awal dari sinergi antara keluarga dan pesantren dalam membentuk karakter, keilmuan, kemandirian, dan akhlak santri.
Suasana semakin khidmat ketika kegiatan ditutup dengan penyerahan mushaf Al-Qur’an secara simbolis kepada santri baru. Mushaf tersebut diserahkan oleh Pimpinan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, Dr. KH. Ahmad Faiz, Lc., M.A.
Penyerahan mushaf Al-Qur’an menjadi simbol penting bagi santri yang akan memulai perjalanan pendidikan di pondok tahfidz. Al-Qur’an tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran, tetapi menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan santri di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan silaturahim ini, Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan menegaskan pentingnya kesamaan visi antara pondok dan keluarga dalam proses pendidikan. Pendidikan santri tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Pesantren memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan, sementara orang tua tetap menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan, doa, serta komunikasi yang berkelanjutan.
Bagi para santri baru, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengenal lebih dekat lingkungan yang akan menjadi tempat belajar, beribadah, menghafal Al-Qur’an, dan membangun karakter selama menempuh pendidikan di MTs-MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus.
Dari pertemuan antara orang tua, santri, dan pihak pondok inilah sebuah amanah pendidikan dimulai. Sebuah perjalanan yang diharapkan tidak hanya melahirkan santri yang memiliki kemampuan akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.















