Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan (PTYQM) Kudus baru saja menggelar kegiatan penting untuk menjaga kualitas pengajaran Al-Qur’an, yaitu Bimbingan Muqri Yanbu’a (BMY). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi dan standar pengajaran metode Yanbu’a di lingkungan pesantren. Dengan adanya bimbingan ini, diharapkan para pengajar atau Muqri memiliki pemahaman yang seragam agar kualitas bacaan para santri tetap terjaga sesuai dengan tuntunan para masyayikh.
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan yang menjadi lokasi utama acara pada Kamis Kliwon, 4 Desember 2025. Pertemuan yang bertepatan dengan tanggal 13 Jumadil Akhir 1447 Hijriah ini diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta sejak pagi hari. Lokasi masjid yang tenang memberikan suasana yang mendukung bagi para pendidik untuk menyerap ilmu dan arahan langsung dari para ahli di bidangnya.


Hadir di tengah-tengah peserta, KH. Muhammad Ulil Albab, selaku Pembina LMY Pusat, bersama Kyai Abdullah Hafidh, S.Pd. yang menjabat sebagai Pengurus LMY Pusat Bidang Pendidikan dan Pelatihan. Kehadiran beliau berdua, memberikan semangat tersendiri bagi seluruh peserta yang hadir. Rangkaian bimbingan dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan sesi pertama yang dipandu oleh Kyai Abdullah Hafidh. Pada sesi ini, fokus pembahasan adalah materi Yanbu’a Jilid 1 hingga Jilid 5, yang merupakan fondasi penting dalam pengenalan huruf dan dasar-dasar bacaan. Setelah itu, pada pukul 09.00 WIB, bimbingan dilanjutkan oleh Abah KH. Muhammad Ulil Albab yang mengupas tuntas materi pada Jilid 6 dan Jilid 7. Materi pada jilid-jilid akhir ini memang memerlukan ketelitian ekstra karena membahas hukum tajwid yang lebih mendalam.
Memasuki pengujung acara, KH. Muhammad Ulil Albab memberikan mauidloh atau pesan-pesan bijak serta pengarahan strategis bagi para Muqri. Selain mendengarkan arahan, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya dalam sesi tanya jawab mengenai kendala teknis yang sering ditemui saat mengajar. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama dengan harapan ilmu yang didapat bisa menjadi keberkahan bagi kemajuan pendidikan Al-Qur’an di masa depan.












