KUDUS – MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kabupaten Kudus kembali menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk santri yang berkarakter Qur’ani, berjiwa pemimpin, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Ahad (6–7 Desember 2025), bertempat di Masjid MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus.
Sebanyak kurang lebih 440 santri kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. LDK menjadi agenda tahunan madrasah yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta kerja sama antar santri sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.
Kepala Madrasah Aliyah Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus menegaskan bahwa kegiatan LDK merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter di madrasah. “Kami tidak hanya fokus pada capaian akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menyiapkan santri agar siap menjadi pemimpin yang berakhlak, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Achmed Ben Bella, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Jawa Tengah. Dalam materinya, ia menanamkan nilai-nilai antimaladministrasi dan antikorupsi serta mengajak santri berperan aktif sebagai pengawas pelayanan publik. Menurutnya, santri memiliki posisi strategis sebagai penjaga moral bangsa.

“Setidaknya ada tiga modal utama untuk menjadi pemimpin, yaitu karakter, kompetensi, dan konsistensi. Karakter itu meneladani Rasulullah SAW: shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Kompetensi harus terus diasah, dan semuanya harus dijalankan dengan istiqamah,” jelas Achmed.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Roma Ulinnuha, S.S., M.Hum., akademisi UIN Sunan Kalijaga. Ia menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi berpikir kritis santri. Menurutnya, kebiasaan membaca dan mengolah informasi akan membantu santri bersikap bijak dalam menghadapi arus informasi di era modern.
Sementara itu, Hj. Khadijah Al-Hafidzah, Pengasuh Pondok Al Mawaddah Honggosoco Kudus, mengajak santri membangun mental kemandirian dan kewirausahaan. Ia menekankan bahwa jiwa entrepreneur dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana seperti berani mengambil inisiatif, disiplin, dan pantang menyerah.
Kegiatan LDK ditutup dengan sesi inspiratif bersama Ahmad Dzaky Mubarok, influencer dakwah dan pendiri @kitamukmin.id. Ia mengajak santri memanfaatkan ruang digital sebagai media dakwah dan penyebaran nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, konsistensi dalam menyebarkan pesan positif jauh lebih penting daripada popularitas.
Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini, MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kabupaten Kudus berharap para santri mampu tumbuh menjadi generasi yang siap memimpin, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan pesantren.













