PTYQM (Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban pada Kamis (28/05/26). Agenda yang telah ditetapkan sebagai program wajib tahunan oleh unsur pimpinan tersebut berjalan penuh hikmad. Tampak seluruh elemen pondok turut serta bahu-membahu menyukseskan pelaksanaan kurban yang dimulai dari pukul 05.30 hingga 12.30. Momentum yang bukan hanya sekadar euforia ritual keagamaan itu, turut dihadiri sejumlah wali santri yang terdaftar sebagai shohibul kurban di pondok.
Ustaz Syaifuna selaku ketua panitia kurban menyampaikan bahwa di tahun 2026 ini ada sebanyak 9 kerbau dan ditambah 53 kambing yang siap untuk kurban. Beliau menyampaikan bahwa hewan kurban tersebut terkumpul baik dari ustaz, wali santri, maupun pihak masyarakat umum yang mengamanahkan kepada panitia penyelenggara kurban PTYQM.
“Alhamdulillah, pada hari ini Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang berasal dari wali santri, guru, asatiz, serta masyarakat sebanyak sembilan kerbau dan lima puluh tiga kambing”, tuturnya saat di wawancarai tim media di lokasi penyembelihan.
Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban berlangsung di kompleks pondok timur PTYQM dengan pertimbangan lokasi yang dinilai lebih strategis dan representatif. Di samping itu, tiga tahun terakhir ini penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di lokasi yang sama karena terbukti lebih tepat dan tidak mengganggu aktivitas santri.
Sebagai lembaga pendidikan pesantren, PTYQM tentunya selalu menyambut momentum idul adha dengan penuh spirit keagamaan dan sosial. Selain memperkuat nilai keimanan, pelaksanaan qurban di PTYQM menjadi momentum dalam mempererat silaturahmi antarsemua elemen di pondok. Hal itu diejawantahkan dalam semangat kebersamaan seluruh elemen pondok untuk ikut serta dengan iringan suara takbir yang menggema di sepenjang acara.
Menurut Ustaz Atfi Nur Laili selaku pengajar di pondok, pelaksanaan kurban menjadi momentum yang sangat berharga. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ajang agar antarelemen pondok dapat membaur satu sama lain.
“Momentum semacam ini membawa pesan yang positif, tidak hanya sekadar prespektif agama, melainkan nilai-nilai kemanusian yang tumbuh melalui kebersamaan. Kita bisa menyaksikan seluruh elemen pondok dapat membaur di sini. Saya rasa ini menjadi momentum silaturahmi yang semoga kedepan bisa meriah lagi”, tutur Ustaz Athfi Nur Laili.
Meskipun secara jumlah hewan kurban lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, namun untuk waktu pemrosesan daging siap distribusi jauh lebih cepat. Menurut ustaz Atfi, hal ini dipengaruhi oleh kekompakan panitia dalam bekerja sama secara efektif dan efisien. Di tahun 2026 ini, pelaksanaan penyembelihan kurban berakhir pada pukul 12.30. Lebih capat dari tahun sebelumnya.
“Di tahun 2026 ini, meskipun jumlah hewan kurban lebih banyak dari tahun sebelumnya, namun durasi waktu yang dibutuhkan lebih cepat. Tentu ini karena kerja sama, kekompakan dari seluruh ustaz betul-betul terjalin”, tutur Ustaz Atfi.
Setidaknya, dengan adanya pelaksanaan kurban di PTYQM maka diharapkan dapat menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Melalui pembagian daging kurban, paling tidak masyarakat bisa ikut merasakan momentum iduladha. Dengan demikian, spirit keagamaan dalam momentum tersebut akan melahirkan kepekaan sosial kepada masyarakat sekitar untuk dapat merasakan kebersamaan iduladha.















