Suasana meriah mewarnai pelaksanaan Science Fair and Market Day di MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi para santri untuk mengenali, memahami, dan mengeksplorasi berbagai konsep sains melalui proyek nyata. Setidaknya 13 proyek sains dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Beragam karya yang ditampilkan menjadi bukti bahwa pembelajaran sains dapat dikemas secara kreatif, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ustaz Achlis Fikri Jauhari, menjelaskan bahwa Science Fair and Market Day tahun 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada 2025 atas dukungan Kepala MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus. Pelaksanaan tahun kedua ini menjadi langkah untuk memperkuat pembelajaran sains sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi para santri.
“Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Science Fair and Market Day. Konsep semacam ini telah dilaksanakan pertama kali pada tahun 2025 atas dasar dukungan Bapak Kepala Madrasah. Alhamdulillah, pada tahun ini kegiatan dapat berjalan lebih meriah dan lebih baik,” ujar Ustaz Achlis.
Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan sains dari penjelasan guru di dalam kelas, tetapi juga berkesempatan mempelajari konsep-konsep ilmiah melalui proses perencanaan, pembuatan, dan penyajian proyek. Pengalaman tersebut mendorong mereka untuk menghubungkan teori dengan praktik sehingga pembelajaran terasa lebih konkret dan mudah dipahami.
Sedikitnya 13 proyek sains yang disuguhkan menjadi daya tarik tersendiri. Setiap proyek memberikan kesempatan kepada santri untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan rasa ingin tahu, serta memahami bahwa sains memiliki hubungan erat dengan berbagai aspek kehidupan. Pameran ini sekaligus menjadi ruang bagi para santri untuk belajar menyampaikan gagasan dan menjelaskan hasil karya kepada orang lain.
Lebih dari sekadar pameran, Science Fair and Market Day merupakan salah satu ikhtiar MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus dalam mewujudkan visi madrasah, yakni qur’ani, amali, dan saintis. Ketiga nilai tersebut menjadi landasan untuk membentuk generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan, serta mempunyai wawasan dan kecakapan dalam bidang sains.



Ustaz Risydan, selaku tim kokurikuler sekaligus guru riset, menegaskan bahwa pengenalan sains menjadi bagian penting dalam pendidikan santri masa kini. Menurutnya, penguasaan ilmu agama dan pembentukan akhlak mulia perlu berjalan beriringan dengan pengembangan pengetahuan ilmiah agar santri mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Proyek sains ini sangat relevan dengan visi misi madrasah kita, yakni qur’ani, amali, dan saintis. Maka, sebagai santri MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, kita harus bangga memiliki kesempatan untuk menggali konsep sains lebih dalam, baik melalui aktivitas kokurikuler semacam ini, riset, maupun KIR,” ungkap Ustaz Risydan.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, kemampuan memahami sains menjadi bekal penting bagi generasi muda. Madrasah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan literasi sains, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keberanian dalam mengeksplorasi gagasan. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pembelajar aktif yang mampu mengamati, bertanya, mencoba, dan menarik kesimpulan.
Penyelenggaraan Science Fair and Market Day pun mendapat dukungan penuh dari Kepala MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, Ustaz Moch. Dwi Irsyad Saputra, M.Pd. Sebelum pameran berlangsung, para santri memperoleh pendampingan selama dua hari dari para ustaz pengajar riset. Pendampingan tersebut membantu mereka menyiapkan dan mengonsep proyek yang akan ditampilkan. Proses ini menjadi bagian penting agar setiap kelompok dapat bekerja secara terarah dan bertanggung jawab.
Menurut Ustaz Dwi, kegiatan tersebut merupakan momentum berharga untuk mengembangkan potensi santri, baik dalam aspek pengetahuan maupun keterampilan sosial. Melalui proyek yang diintegrasikan ke dalam kegiatan kokurikuler, para santri belajar membangun kerja sama, berbagi tugas, mengelola waktu, menjaga kedisiplinan, dan menyelesaikan tanggung jawab bersama.
“Melalui Science Fair and Market Day, kita dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menciptakan proyek sains yang tentu akan membuat anak berkesan dalam memori sepanjang hidupnya. Dengan demikian, selain dapat menggali konsep sains sebagai tujuan utama pembelajaran, anak-anak juga dapat membawa kesan berharga dari setiap proses kerja sama untuk menghasilkan proyek,” tutur Ustaz Dwi.
Nilai penting kegiatan ini terletak pada proses belajar yang dialami para santri. Mereka memperoleh kesempatan untuk berlatih menghadapi tantangan, menyatukan ide, dan menyelesaikan pekerjaan secara kolektif. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membangun kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Science Fair and Market Day 2026, MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus menunjukkan bahwa pendidikan santri dapat berkembang secara seimbang antara nilai-nilai Al-Qur’an, pengamalan akhlak, dan penguasaan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus belajar, meneliti, dan berinovasi. Dengan semangat qur’ani, amali, dan saintis, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi berkarakter yang tidak hanya mencintai ilmu, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pengetahuan dan karya nyata.











