
KUDUS— Komitmen Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, baik di tingkat MTs dan MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan tradisi tahfidz Al-Qur’an dengan penguasaan sains dan pengembangan riset kembali memperoleh legitimasi melalui capaian akademik para santrinya. Dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026, salah satu santri MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus berhasil mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah sekaligus memastikan langkah menuju kompetisi nasional. Santri tersebut adalah Muhammad Haykal Imaduddin, santri MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus kelas 9F, yang sukses meraih Juara II OMI Bidang Sains mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terintegrasi tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Hasil tersebut tercantum dalam daftar pemenang resmi yang dipublikasikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada Rabu Capaian itu menempatkan Haykal di antara tiga peserta terbaik Jawa Tengah pada cabang IPS jenjang MTs/SMP. Ia sekaligus memperoleh kesempatan mewakili provinsi tersebut pada OMI Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2026.
Kepala MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, Moch. Dwi Irsyad Saputra, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian dalam OMI merupakan refleksi dari komitmen madrasah dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan kedalaman spiritualitas, ketajaman intelektualitas, dan daya saing santri di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin dinamis. “Prestasi ini bukan semata-mata tentang perolehan medali atau keberhasilan menembus kompetisi nasional, melainkan tentang bagaimana kita membangun kultur akademik yang memungkinkan para santri tumbuh menjadi pembelajar yang kritis, analitis, dan inovatif. Kami ingin menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an dan penguasaan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan fondasi yang saling menguatkan dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul dan intelek,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penguatan sains dan riset akan terus menjadi bagian dari orientasi strategis pengembangan madrasah, sehingga prestasi kompetitif dapat tumbuh beriringan dengan produktivitas ilmiah dan karakter keilmuan santri.
Prestasi tersebut menjadi kelanjutan dari rekam jejak santri Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan dalam kompetisi OMI, khususnya pada bidang riset yang sebelumnya telah berhasil menembus tahapan seleksi nasional. Dua capaian dalam ranah keilmuan berbeda ini merefleksikan upaya madrasah dalam membangun tradisi akademik yang mengedepankan ketajaman penalaran, kedalaman analisis, dan kemampuan menghasilkan gagasan inovatif. OMI merupakan kompetisi akademik berskala nasional yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Sejak 2025, ajang yang sebelumnya dikenal sebagai Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ini bertransformasi menjadi OMI dengan dua bidang utama, yakni OMI Sains dan OMI Riset. Pada 2026, OMI mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut merepresentasikan orientasi pendidikan madrasah yang berupaya membangun integrasi antara nilai-nilai keislaman, penguasaan pengetahuan ilmiah, dan kepedulian terhadap persoalan global. OMI Bidang Sains dilaksanakan melalui seleksi berjenjang, mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Seleksi tingkat provinsi berlangsung serentak pada 5–6 Oktober 2026 dengan mekanisme Computer-Based Test (CBT).
Pada penyelenggaraan OMI Riset 2025, tim Riset Ibnu Sina MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus yang beranggotakan Alzam Ahnaf El-Fawwaz, Mochammad Jehan Khadafie, dan Muhammad Fauzi Mubarok berhasil melewati seleksi proposal penelitian dan masuk dalam jajaran peserta presentasi proposal tingkat nasional. Ketiganya mengusung penelitian berjudul “Heart4Edu: Aplikasi Pembelajaran Mendalam Penyakit Jantung Koroner Terintegrasi AI Berbasis Android.” Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dalam pengembangan aplikasi pembelajaran digital mengenai penyakit jantung koroner. Gagasan ini mempertemukan disiplin ilmu kesehatan, teknologi informasi, dan inovasi pendidikan dalam sebuah rancangan penelitian aplikatif.
Memasuki penyelenggaraan OMI 2026, capaian akademik MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus kembali menguat melalui keberhasilan Muhammad Haykal Imaduddin pada bidang IPS Terintegrasi. Di luar kompetisi OMI, komitmen pengembangan budaya riset di lingkungan MTs dan MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus juga tercermin melalui berbagai aktivitas akademik dan capaian publikasi ilmiah. Salah satunya ditunjukkan oleh Haikal Fadly Syifa, santri MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, bersama pembimbingnya, Rizal Tri Bimantoro, S.Pd., yang berhasil memublikasikan artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 4 pada 2026. Artikel berjudul “Social Challenges in Green Technology for Natural Resource Management: Islamic Sustainable Development Perspective” tersebut diterbitkan dalam Mau’izhah: Jurnal Kajian Keislaman, Volume 24 Nomor 1 Tahun 2026. Guru Riset dan Pembimbing Olimpiade IPS MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, Ustadz Rizal Tri Bimantoro, S.Pd., menekankan pentingnya pembinaan akademik yang sistematis dan berkelanjutan dalam membangun kompetensi saintifik santri. “Pembinaan olimpiade dan riset tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan materi atau kemampuan menyelesaikan soal. Lebih jauh, kami berupaya membangun pola pikir ilmiah, melatih ketajaman penalaran, serta membiasakan santri untuk menganalisis persoalan secara kritis dan berbasis bukti. Kompetisi menjadi ruang aktualisasi dari proses pembelajaran tersebut, sedangkan kemampuan berpikir ilmiah merupakan bekal yang jauh lebih penting bagi masa depan mereka,” jelasnya.
Capaian tersebut menandai perkembangan budaya akademik santri yang mulai menjangkau ekosistem publikasi ilmiah. Penelitian tidak lagi diposisikan semata sebagai instrumen kompetisi, melainkan juga sebagai sarana produksi dan diseminasi pengetahuan. Penguatan budaya penelitian memiliki relevansi dengan orientasi pendidikan MTs dan MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus yang telah memperoleh pengakuan sebagai Madrasah Penyelenggara Riset dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam praktik pembelajaran, kemampuan penelitian dikembangkan melalui pengenalan metodologi ilmiah, penelaahan literatur akademik, penyusunan proposal, hingga presentasi hasil kajian dalam forum ilmiah. Dari lingkungan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, Kabupaten Kudus, jejak prestasi tersebut menegaskan satu pesan penting: bahwa kedalaman spiritualitas dan intelektualitas dapat tumbuh secara beriringan, membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga kritis dalam pemikiran, produktif dalam penelitian, dan kompetitif dalam penguasaan ilmu pengetahuan.













