Suasana Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi lautan cokelat kelana. Sejak 30 September hingga 6 Oktober 2026, hamparan bumi perkemahan yang asri dan lestari tersebut disesaki oleh 4.524 pramuka santri dari berbagai penjuru tanah air. Mereka berkumpul dalam rangka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026. Di tengah ribuan pandu muda tersebut, delapan santri pilihan dari Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus berdiri tegap membawa nama Kontingen Provinsi Jawa Tengah.
Suasana di lapangan perkemahan terasa sangat hidup sejak hari pertama. Ratusan tenda berdiri rapi berlatar pemandangan hijau pesantren. Gelak tawa, riuh nyanyian yel-yel, serta ketangkasan simpul jemari santri mewarnai area perkemahan dari pagi hingga malam. Udara sejuk khas Malang tidak memadamkan panasnya semangat para peserta untuk berinteraksi, berlomba, dan mempererat tali ukhuwah islamiyah.

Upacara pembukaan yang berlangsung penuh khidmat pada Kamis (1/10/2026) menjadi momen krusial pembakar semangat. Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, hadir secara langsung menjadi Inspektur Upacara. Dalam amanatnya di hadapan ribuan santri, beliau menegaskan pentingnya peran pramuka santri sebagai agen perubahan bangsa.
“Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup,” tegas Bapak Basnang Said. Beliau menambahkan bahwa nilai-nilai Dasadarma Pramuka berada dalam satu napas dengan nilai-nilai kepesantrenan yang mengajarkan ketakwaan, kedisiplinan, cinta alam, serta rasa tanggung jawab.
Ketua Panitia PPSN VI, Endi Suhendi, melaporkan bahwa agenda nasional ini dikonsep untuk membentuk karakter santri dalam semangat kebangsaan sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis melalui pendekatan ekoteologi. Santri tidak hanya diajarkan cara bertahan di alam bebas, tetapi juga bagaimana melestarikan lingkungan sebagai wujud ibadah.
Bekal Restu dan Pelepasan dari Kabupaten Kudus
Keberhasilan delegasi Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus menembus panggung nasional ini tidak lepas dari proses persiapan yang matang. Sebelum bertolak ke Malang, delapan santri pilihan tersebut dilepas secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, pada Kamis (24/9/2026).
Dalam sambutan pelepasannya, Shony Wardana menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya para santri Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah. Beliau mengingatkan bahwa gerakan pramuka adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter, kepedulian sosial, ketahanan fisik, serta kecintaan terhadap tanah air.
“Kalian adalah santri-santri terpilih. Tidak semua pondok pesantren mendapat kesempatan mewakili Jawa Tengah. Berjuang dengan semangat, jaga kesehatan, ikuti seluruh kegiatan dengan baik, dan persembahkan yang terbaik untuk Kudus dan Jawa Tengah,” tutur Shony Wardana memberi motivasi saat itu.
Amanah dan doa dari orang tua, masyayikh, serta jajaran Kemenag Kudus tersebut menjadi bekal berharga yang terus dipegang erat oleh para santri selama berkegiatan di bumi perkemahan.
Cerita dari Lapangan: Kesan dan Pengalaman Perdana Dhimas Hasan Amali
Dinamika kehidupan selama seminggu di dalam tenda memberikan warna tersendiri bagi para peserta. Rutinitas santri Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus tidak mendadak berubah total. Di tengah padatnya jadwal perlombaan dan kegiatan lapangan, mereka tetap menjaga tradisi pesantren. Pagi hari dimulai dengan shalat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan muraja’ah hafalan Al-Qur’an di bawah rindangnya pepohonan perkemahan, sebelum akhirnya mengenakan kacu dan berlaga di arena lomba.
Salah satu anggota kontingen, Dhimas Hasan Amali, santri kelas 11.2 Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus, membagikan pengalamannya yang penuh kesan. Bagi Dhimas, mengikuti PPSN VI di Malang adalah pengalaman pertama berada di ajang perkemahan berskala nasional.
“Perasaan saya sangat bahagia dan bersyukur bisa menjadi bagian dari acara sebesar ini. Ini adalah pengalaman pertama saya ikut ajang nasional membawa nama Jawa Tengah dan nama Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus. Jujur, awalnya sempat ada rasa gugup karena melihat peserta dari daerah lain yang hebat-hebat.
Namun, begitu kegiatan dimulai, rasa canggung itu hilang berganti dengan semangat luar biasa. Kami berlatih pionering di bawah terik matahari, menyusun bambu dan tali sampai tangan pegal, tapi rasa lelah itu tidak terasa karena dikerjakan bersama-sama. Yang paling berkesan adalah saat malam hari. Udara Malang dingin sekali, tapi suasana hangat karena kami bisa berkumpul, berkenalan, dan bertukar cerita dengan santri dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.
Dari kegiatan ini saya belajar banyak tentang arti kemandirian, kekompakan, dan ketangguhan. Ternyata menjadi seorang penghafal Al-Qur’an juga harus bisa menjadi pribadi yang fleksibel, cekatan, dan menyatu dengan alam,” ungkap Dhimas dengan raut wajah bangga.
Panen Prestasi Menyapu Panggung Nasional
Kerja keras, ketekunan, serta kekompakan yang ditunjukkan oleh delegasi Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus akhirnya membuahkan hasil manis pada malam penganugerahan dan penutupan kegiatan. Kontingen Jawa Tengah yang diperkuat oleh para santri dari Menawan Kudus ini berhasil membawa pulang deretan trofi bergengsi.
Rincian Prestasi yang Diraih:
- 🏆 Penghargaan Utama Kontingen Terbaik (Provinsi Jawa Tengah)
- 🥈 Juara II Lomba Pionering Nusantara
- 🥉 Juara III Lomba Tenda K3 Per-UMPI Putra
- 🏅 Harapan II Lomba Yel-Yel Terbaik Putra

Capaian sebagai Kontingen Terbaik Nasional menjadi bukti nyata bahwa kesiapan teknis, kedisiplinan, serta ketahanan mental para santri mampu bersaing dan menjadi panutan di tingkat nasional.
Daftar Utusan Santri Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus:
- Nauval Fathahillah Mujahid (Kelas 12.2)
- Muhammad Azhar Hidayat (Kelas 12.1)
- Muhammad Ashif Anifa (Kelas 12.4)
- Muhammad Kholilurrohman (Kelas 12.4)
- Danis Oka Setiawan (Kelas 12.1)
- Muhammad Asyraf Zarfan (Kelas 12.1)
- Hamzah Hushain At Tamimi (Kelas 11.4)
- Dhimas Hasan Amali (Kelas 11.2)
Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus. Para santri membuktikan bahwa kesibukan menjaga dan menghafal kalam ilahi tidak menghalangi mereka untuk berprestasi, mengasah keterampilan kepramukaan, serta berkontribusi nyata dalam mengharumkan nama daerah dan pesantren di tingkat nasional.











