
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh santri MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kabupaten Kudus. Dua siswa terbaiknya resmi dilepas untuk melanjutkan studi jenjang perguruan tinggi di Tiongkok melalui program beasiswa dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah.
Kedua santri tersebut adalah Akhmad Khafidz Al Mubarak yang diterima pada program studi Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, serta Danisy Ahza yang menempuh program International Economics and Trade di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Kantor PWNU Jawa Tengah, Semarang, pada Senin (24/8/2026),bersama para penerima beasiswa lainnya dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Pesan Gus Rozin: “Kader NU Harus Mendunia”

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Nahdliyin tidak boleh berhenti pada akses pendidikan lokal semata, tetapi harus didorong hingga jangkauan internasional.
“Kader NU harus mendunia,” tegas Gus Rozin saat memberikan pengarahan dalam acara pelepasan tersebut.
Menurut Gus Rozin, pengiriman kader untuk menuntut ilmu di luar negeri—khususnya di negara dengan perkembangan teknologi pesat seperti Tiongkok—merupakan investasi jangka panjang. Para santri diharapkan tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga ilmu pengetahuan, sains, teknologi modern, serta jejaring internasional yang kelak dapat dikembangkan demi kemajuan masyarakat dan Almamater.
Pembekalan Bahasa dan Kesiapan Budaya
Sebelum diberangkatkan, para peserta telah melewati rangkaian pendampingan dan karantina bahasa Mandarin secara intensif dari LP Ma’arif NU Jawa Tengah.
Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menjelaskan bahwa pembekalan ini sangat krusial agar para santri tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap beradaptasi dengan budaya dan lingkungan sosial internasional di Tiongkok.
Inspirasi dan Motivasi Bagi Generasi Santri Berikutnya
Keberhasilan Akhmad Khafidz Al Mubarak dan Danisy Ahza menembus perguruan tinggi terkemuka di Tiongkok menjadi bukti nyata bahwa hafalan Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman yang ditempa di pondok pesantren justru menjadi fondasi kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan sains global.
Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh siswa MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus lainnya. Bahwa dari lereng Gunung Muria, mimpi para santri bisa melintasi benua dan memberi warna bagi peradaban dunia.
Keluarga besar Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan dan MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kabupaten Kudus turut mendoakan semoga proses belajar kedua santri di Tiongkok diberikan kelancaran, kemudahan, serta keberkahan ilmu yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan jam’iyyah. Selamat berjuang, jadilah duta santri yang membawa keberkahan untuk dunia!








