Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan. Faiz Mudhofir, S.Pd., M.Pd., salah satu ustadz pondok sekaligus guru Fisika di MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, berhasil meraih gelar doktor pada Program Doktor Pendidikan IPA (S3), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, di Aula Dekanat D12 FMIPA UNNES. Dalam sidang tersebut, Ustadz Faiz Mudhofir mempertahankan disertasi berjudul “Model Pembelajaran Fisika Berbasis Religion-Scientific Problem (RESEP) dalam Meningkatkan Self-Efficacy dan Kemampuan Pemecahan Masalah bagi Peserta Didik Penghafal Al-Qur’an.”
Penelitian tersebut mendapat perhatian karena berupaya mengintegrasikan nilai keagamaan dengan pembelajaran sains. Prof. Dr. Abdurrahman Kasdi, Lc., M.Si., selaku Penguji I, menilai model RESEP memiliki arti penting sebagai salah satu role model integrasi agama dan sains. Model tersebut juga membuka ruang untuk melihat keterkaitan antara kemampuan menghafal Al-Qur’an dengan self-efficacy atau keyakinan diri serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Apresiasi juga disampaikan promotor, Prof. Dr. Edi Cahyono, M.Si. Ia mengungkapkan kebanggaan atas keberhasilan Ustadz Faiz Mudhofir menyelesaikan pendidikan doktor di tengah kesibukannya sebagai pengajar di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, kajian yang mempertemukan ilmu keislaman dan kependidikan bukanlah pekerjaan sederhana, namun penelitian tersebut mampu diselesaikan dengan hasil yang memuaskan. Prof. Edi juga berharap gelar doktor yang diraih tidak berhenti sebagai capaian akademik pribadi. Keilmuan tersebut diharapkan menjadi modal bagi Ustadz Faiz Mudhofir untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi lembaga pendidikan dan masyarakat, sekaligus tetap istiqamah dalam mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Mewakili keluarga besar Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, Ustadz Ulin Nuha, M.Ag selaku kepala MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, turut menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Ia berharap kepakaran yang diperoleh Ustadz Faiz Mudhofir selama menempuh pendidikan doktoral dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di pondok, madrasah, maupun lembaga pendidikan secara lebih luas. Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan Dr. Faiz Mudhofir, S.Pd., M.Pd. sebagai doktor ketiga di lingkungan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, setelah Dr. KH. Ahmad Faiz, Lc., M.A. dan Dr. Yuniar Fahmi Lathif, S.Pd., M.Pd.
Bertambahnya tenaga pendidik berkualifikasi doktor menjadi capaian penting bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan. Kehadiran akademisi dengan kepakaran di bidang sains dan pendidikan diharapkan semakin memperkuat budaya akademik, penelitian, inovasi pembelajaran, serta pengembangan pendidikan yang berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan Pondok Tahfidz berbasis pesantren dapat menjadi ruang berkembangnya tradisi keilmuan yang luas. Pendidikan tahfidz dan penguatan ilmu agama dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sains, penelitian, dan inovasi pendidikan. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para ustadz, guru, dan santri Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan keilmuan.










