Kudus, [29 September 2025] – MTs dan MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal. Kegiatan evaluasi yang berlangsung selama kurang lebih 2 minggu ini menjadi momen penting untuk mengukur kualitas dan ketercapaian belajar, sekaligus mencerminkan komitmen madrasah dalam mencetak generasi muslim yang unggul secara akademik dan spiritual. Pasca pelaksanaan ASTS Mapel Formal, dilanjutkakn tes tahfidz untuk mengukur capaian hafalan santri selama triwulan pertama tahun ajaran 2025/ 2026 ini.
Pelaksanaan ASTS Gasal merupakan hasil kolaborasi intensif antara kepala madrasah, kurikulum, panitia, dan dewan asatidz. Persiapan yang terperinci dilakukan, mulai dari penyusunan jadwal yang efisien hingga pembuatan instrumen soal yang komprehensif dan terintegrasi. Soal-soal dirancang tidak hanya menguji penguasaan materi umum, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai keislaman dan Al-Qur’an, selaras dengan visi dan misi madrasah. Selain itu, asesmen dirancang dengan instrument HOTS dan menggunakan Bahasa arab atau inggris di beberapa soal yang diujikan.
Di ruang ujian, suasana khusyuk dan kondusif menyelimuti. Para siswa menunjukkan fokus dan keseriusan dalam mengerjakan. tata tertib dilaksanakan dengan humanis untuk menjamin kejujuran dan objektivitas penilaian. Lebih dari itu, aspek spiritualitas tetap menjadi prioritas; momen doa bersama yang dipimpin pengawas sebelum ujian dimulai menjadi tradisi yang menguatkan mental dan ketenangan. Sebagai bentuk persiapan pelaksanaan asesmen, siswa memanfaatkan waktu belajar malam untuk mereview dan memperdalam materi sebelum ujian.


“Kami melihat pelaksanaan ASTS Gasal tahun ini berjalan baik dan tertib, Semoga ini menjadi tolak ukur ketercapaian program dan tujuan belajar dalam kurun triwulan pertama.” ujar Kepala Madrasah MTs, Ustadz Moch Dwi Irsyad Saputra, M.Pd. “
Segera setelah seluruh mata pelajaran ASTS selesai, fokus evaluasi beralih ke Tes Tahfidz. Tes ini adalah evaluasi wajib yang dirancang untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu hafalan Al-Qur’an para santri. Berbeda dengan ASTS yang mengukur capaian akademik, Tes Tahfidz menjadi barometer konsistensi dan kualitas muroja’ah siswa. Rangkaian tes ini memastikan bahwa predikat tahfidz yang disandang madrasah senantiasa dipertanggungjawabkan melalui pengujian hafalan secara ketat dan terstruktur.
Pelaksanaan rangkaian evaluasi ini menegaskan komitmen MTs dan MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an dalam mencetak generasi yang Qurani Amali dan Saintis, yang teguh membumikan Al Quran dan juga unggul dalam pengetahuan. “Tujuan utama kami adalah mengukur sejauh mana ilmu yang diajarkan mampu mereka pahami, bukan hanya dihafalkan. Hasil asesmen ini akan menjadi umpan balik berharga untuk evaluasi demi peningkatan kualitas pembelajaran, metode, dan sarana prasarana. Pesan kami, jadikan ujian ini sebagai alat untuk mengukur diri, bukan sebagai beban” Pesan dari Ustadz Ulin Nuha, M.Ag, kepala Madrasah MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kab Kudus
Kepada seluruh siswa, mari jadikan hasil ASTS dan Tes Tahfidz Gasalini sebagai motivasi untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu dan menjaga Al-Qur’an. Kepada para ustadz, semoga tiada lelah untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam mengajar. Kepada para orang tua/wali, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan doa terbaik yang tak pernah putus. Mari kita bersama-sama membentuk generasi penerus yang berpegang teguh pada Al-Qur’an.









