Suasana lega dan bahagia terasa di Perpustakaan Cakrawala, Madrasah Tsanawiyah Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, setelah proses akreditasi perpustakaan resmi dinyatakan tuntas. Perpustakaan yang memiliki Nomor Pokok Perpustakaan 3319081K2000001 itu berhasil meraih predikat A, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan mutu layanan literasi di lingkungan madrasah.
Keberhasilan ini bukanlah hasil kerja semalam. Kepala Perpustakaan, Ustadz Muhammad Falih, S.H., menuturkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak November 2024, melibatkan kerja tim yang intens dan terstruktur. Dalam prosesnya, ia dibantu oleh para anggota tim akreditasi yang menyusun berbagai instrumen penilaian. “Instrumen akreditasi mencakup sembilan komponen penting,” jelasnya, “mulai dari koleksi perpustakaan, sarana prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, inovasi dan kreativitas, hingga dua indikator literasi yaitu Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).”
Perjalanan panjang ini juga mendapat dukungan dari luar madrasah. Setiap bulan, tim dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus hadir memberikan pendampingan. Mereka melakukan mentoring dan monitoring terhadap Tim Akreditasi Perpustakaan Madrasah, memastikan bahwa setiap komponen penilaian terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional. Kehadiran pendamping ini menjadi energi tambahan bagi tim internal untuk terus memperbaiki kekurangan dan memperkuat pelayanan.
Puncak dari rangkaian proses tersebut terjadi pada 15 Oktober 2025, ketika visitasi akreditasi dilakukan. Asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ibu Tri Widiyanti, S.S., hadir langsung untuk menilai secara menyeluruh kondisi Perpustakaan Cakrawala. Selama visitasi, asesor meninjau koleksi perpustakaan—baik cetak maupun digital—mengecek sarana yang tersedia, mengamati alur layanan, serta berdialog dengan tim pengelola.
Menurut Ustadz Muhammad Falih, akreditasi bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi bagian dari proses panjang untuk mendorong peningkatan mutu perpustakaan. “Akreditasi membantu kami mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Ini menjadi alat evaluasi yang memotivasi kami untuk terus berbenah, bekerja lebih profesional, dan memberi pelayanan literasi terbaik bagi para santri,” ungkapnya.
Predikat A yang diraih Perpustakaan Cakrawala menjadi bukti bahwa komitmen, kerja keras, dan kolaborasi mampu melahirkan hasil terbaik. Lebih dari sekadar penilaian, akreditasi ini menjadi pijakan baru bagi perpustakaan untuk berkembang sebagai pusat literasi yang representatif, modern, dan relevan dengan kebutuhan santri di era digital.
















